Selasa, 21 Februari 2017

Bukti Kemajuan zaman Prasejarah

Tahun 1900 ditemukan sebuah logam yang membatu yang berusia sekitar 2000 tahun disebuah kapal karam di pulau Antikythera Yunani, 50 tahun kemudian benda tersebut dilihat dengan sinar-X dan menemukan bahwa benda tersebut merupakan sebuah alat mekanik seperti mekanik pada jam tangan, penemuan ini membuat para ahli arkeologi kebingunan, karena pada saat itu bangsa yunani tidak akan mungkin membuat benda mekanik serumit itu.
Anticythère Mechanics x-ray mode
Keberadaan mekanik pada jaman prasejarah juga bisa ditemui di kompleks kuil Dendera di Mesir. Pada ruang bawah kuil tersebut terdapat pahatan dinding dua buah benda yang menyerupai bola lampu pijar, hal ini kemudian dikaitkan dengan pertanyaan, bagaimana ruang bawah yang gelap dan panas itu mendapatkan cahaya?
beberapa teori mengatakan bahwa, ruang-ruang dalam kuil tersebut menggunakan cahaya matahari yang dipantulkan dari luar berulang kali oleh cermin-cermin didalam kuil, namun teori ini dapat terbantahkan, karena sinar yang dipantulkan semakin lama semakin lemah sehingga tak bisa menerangi semua ruangan.
Ada juga yang mengatakan menggunakan api / obor tapi tidak ada di satu ruangpun ditemukan bahan untuk membuat api, dan tidak akan cukup oksigen yang didapatkan untuk membuat obor. Jadi, satu-satunya cara untuk menerangi ruangan dalam kuil adalah dengan bola lampu.
Pertanyaannya sekarang, jika benar mereka menggunakan lampu, bagaimana mereka mendapatkan aliran listrik? Bahkan listriknya saja baru ditemukan ribuan tahun setelahnya.
Satu penemuan yang mungkin dapat mendukung keberadaan bola lampu jaman prasejarah adalah penemuan baterai bagdad yang telah di uji mampu menghasilkan listrik dengan menuangkan perasan jeruk kedalam gucinya.

Pahatan dinding dua buah benda yang menyerupai bola lampu pijar

Baterai Bagdad

Di kompleks kuil Teotihuacan para ahli yang mempercayai ada campur tangan alien dijaman purba menemukan penataan kompleks yang mirip dengan tata letak sama dengan posisi solar system kita, tapi bagaimana mungkin designer kompleks kuil Teotihuacan mengetahui lebih dahulu system peredaran planet-planet mengitari matahari?
Bukankah hal itu memerlukan penelitian ilmiah berkelanjutan selama berabad-abad? ada yang bilang bahwaposisi kuil ini adalah sebuah kebetulan belaka, tapi jika kita melihat peninggalan sejarah ditempat lain yang bahkan lebih tua dari Teotihuacan seperti Stonehenge yang mana bila dilihat dari angkasa, lingkaran-lingkaran susunan batunya sangat menyerupai solar system kita.

Kompleks Kuil Teotihuacan

Kompleks Kuil Teotihuacan Solar System

Stonehenge

Pada tahun 1929 diketemukan pula sebuah peta lukisan bertanda tangan seorang Kapten bernama Piri Reis tercantum juga tahun 1513 yang juga berarti 21 tahun setelah Colombus menemukan benua Amerika.
Yang menakjubkan adalah bahwa peta itu sangat akurat menggambarkan garis benua atau garis pulau bahkan dilengkapi dengan gambar sungai dan gunung. Bagaimana sang creator membuatnya? Pengetahuan geografi saja mulai berkembang ratusan tahun setelahnya.

Piri Reis Map

Piri reis Map dibanding peta modern

Bukti yang paling mendukung teori adanya campur tangan alien / teknologi modern dimasa prasejarah adalah adanya kompleks peninggalan Pumapunku di dataran tinggi Bolivia, disana logika kita tidak akan bisa menerka.
Di Pumapunku ada reruntuhan struktur megalitikum yang telah dihancurkan oleh gempa bumi yang sangat dahsyat. Blok-blok yang runtuh di Pumapunku sangat menakjubkan, yang mana bentuk dari blok-blok yang berserakan mempunyai potongan / bentuk yang sempurna dan memiliki ukuran yang sama dan bahkan lebih menyerupai puzzle-puzzle.
Belum ada yang tahu pasti bagaimana suku Indian Aymara mengangkut batu-batu (800 ton/pcs) kesana, padahal dataran itu berada pada 4.000 meter diatas permukaan laut.

Pumapunku

Pumapunku Blok

Kita semua tahu, bahwa untuk mendirikan sebuah bangunan seperti Pumapunku memerlukan penulisan, perencanaan, dan ide bagaimana tiap-tiap bagian pecahan memilki fungsi masing-masing dan bagaimana cara menyatukannya, tapi para ahli telah sepakat bahwa Indian Aymara tidak pernah mengenal tulisan. Bagaimana mungkin mengerjakan puzzle Pumapunku tanpa perencanaan?

Pumapunku Blok Rekonstruksi Puzzle

Dari segi kualitas, pengerjaan batu di Pumapunku sangatlah sempurna, seperti dikerjakan oleh mesin, untuk memotong dengan ukuran tertentu, membuat lubang, bahkan membuat cekungan panjang dengan ukuran sangat kecil (millimeter), dan tiap-tiap batu mempunyai bentuk dan ukuran yang sama persis.
Padahal material-material batu yang digunakan adalah batu diorite dan granit, batu diorite adalah salah satu batu yang paling keras yang hanya bisa dikalahkan oleh berlian, para arkeolog memperkirakan alat yang digunakan oleh suku Aymara mungkin memiliki mata berlian atau berbahan berlian, namun tak seorangpun arkeolog yang mampu memperkirakan atau mencoba merekonstruksi bagaimana Indian Aymara membuat blok-blok batu tersebut.

https://aboutuniversedotcom.wordpress.com

Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia

Peninggalan zaman prasejarah

Berikut ini beberapa jenis alat dari masa praaksara yang pernah ditemukan di Indonesia.

a. Kapak Genggam

Kapak genggam diperkirakan merupakan alat yang digunakan oleh manusia jenis Pithecanthropus untuk berburu. Struktur dan bentuk alat ini masih sangat sederhana dan bagian yang tajam hanya terdapat di satu sisi saja.

Kapak ini digunakan dengan cara digenggam. Alat ini pernah ditemukan di Trunyan (Bali), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), dan Kalianda (Lampung).
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Kapak Genggam

b. Alat Serpih

Alat ini digunakan oleh manusia purba untuk menusuk, memotong dan melubangi kulit binatang. Alat ini terbuat dari batu. Diperkirakan, alat ini merupakan serpihanserpihan dari batu yang dibuat sebagai kapak genggam.

Alat ini pernah ditemukan di Sangiran dan Gombong (Jawa Tengah), serta Cabbenge (Flores).
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Alat Serpih

c. Kapak Persegi

Kapak persegi merupakan alat yang terbuat dari batu dan digunakan oleh manusia untuk mencangkul, memahat, dan berburu. Alat ini terbuat dari batu berbentuk segi empat yang kedua sisinya diasah halus. Pada salah satu sisi pangkal, ada bagian berlubang untuk tangkai. Sementara pangkal lainnya adalah bagian yang tajam.

Alat ini banyak ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Kapak Persegi

d. Kapak Lonjong

Kapak lonjong merupakan kapak yang bentuknya lonjong. Pangkal kapak tersebut lebar dan tajam, sedang ujungnya runcing dan diikatkan pada gagang. Alat ini terbuat dari batu yang telah diasah hingga halus.

Kapak lonjong pernah ditemukan di Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Kapak Lonjong

e. Menhir

Menhir merupakan tugu batu yang tinggi. Diperkirakan menhir digunakan sebagai tempat pemujaan oleh manusia prasejarah.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Menhir

f. Dolmen

Dolmen adalah meja yang terbuat dari batu, diperkirakan digunakan sebagai tempat menyimpan sesaji untuk sesembahan manusia prasejarah.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Dolmen

g. Sarkofagus

Sarkofagus adalah peti mati yang terbuat dari batu.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Sarkofagus

h. Arca

Arca adalah batu yang dibentuk hingga menyerupai makhluk hidup tertentu.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Arca

i. Bejana Perunggu

Bejana perunggu adalah benda yang terbuat dari perunggu. Bentuknya mirip dengan gitar spanyol tanpa gagang. Alat ini hanya ditemukan di dua tempat yaitu di Madura dan Sumatra.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Bejana Perunggu

j. Kapak Corong

Kapak corong adalah kapak yang terbuat dari perunggu dan bentuk bagian atas mirip dengan corong. Alat ini pernah ditemukan di Jawa, Bali, Sulawesi, dan Papua.
Benda-benda Peninggalan Zaman Prasejarah di Indonesia
Gambar: Kapak Corong

http://www.berpendidikan.com

KEPERCAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH DI INDONESIA



Read more: http://55tbo.blogspot.com/2011/04/kepercayaan-masyarakat-prasejarah-di.html#ixzz4ZR0aWOi1



Ada 2 sistem kepercayaan pokok yang berkembang pada masyarakat prasejarah Indonesia, yaitu:

a. Animisme, adalah kepercayaan kepada roh yang mendiami semua benda termasuk pohon, batu, sungai, dan gunung.

b. Dinamisme, ialah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan/ kegagalan manusia untuk mempertahankan hidup.

Selain kedua sistem kepercayaan tersebut masih ada yang lain, yaitu:

a. Fetisisme, adalah kepercayaan adanya jiwa dalam benda tertentu (dalam keris, batu mulia/akik)

b. Animatisme, ialah kepercayaan bahwa benda-benda dan tumbuhan itu berjiwa dan berpikir seperti manusia

c. Totemisme, yaitu kepercayaan kepada binatang sebagai totem/ lambang dari dewa nenek moyang baik berupa binatang maupun benda.

d. Syaminisme, adalah kepercayaan akan adanya orang yang dapat menghubungkan manusia dengan roh.

Peralatan penunjang upacara salah satunya Dolmen, yaitu batu yang berbentuk meja dan digunakan sebagai tempat persembahan bagi roh nenek moyang serta mempunyai kekuatan tertinggi yang melindungi mereka.



Perkembangan kepercayaan Masyarakat

a. Kepercayaan terhadap Nenek Moyang

· Sistem kepercayaan pada masyarakat Indonesia sudah ada sejak masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan. Pada masa itu sudah mengenal adanya penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal dengan cara menguburkan orang yang sudah meniggal di goa-goa.

· Adanya pandangan,hidup tidak akan berhenti setelah orang meninggal. Orang yang meninggal akan pergi ke suara tempat yang lebih baik. Orang yang sudah meninggal masih dapat dihubungi oleh orang yang masih hidup di dunia ini demikian pula sebaliknya. Jika yang meninggal orang yang berpengaruh maka diusahakan akan selalu ada hubungan untuk dimintai nasehat/ perlindungan bila ada kesulitan dalam kehidupan di dunia.

· Pada masa bercocok tanam ini ditemukan pula bangunan-bangunan megalitikum yang berfungsi sebagai tempat pemujaan/ penghormatan kepada roh nenek moyang. Mereka telah menghormati orang yang sudah meninggal.

· Ditemukan pula bekal kubur, sebab sebagai bekal untuk menuju ke alam lain. Masyarakat Indonesia telah memberikan penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang.

b. Kepercayaan Animisme

Muncul kepercayaan yang bersifat Animisme, yaitu suatu kepercayaan masyarakat terhadap suatu benda yang dianggap memiliki roh/ jiwa. Munculnya kepercayaan yang bersifat animisme didasari oleh adanya berbagai pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, adanya kepercayaan di tengah masyarakat terhadap benda-benda pusaka yang dipandang memiliki roh/ jiwa. Contoh: tombak, keris, dan benda-benda pusaka lainnya. Dapat pula bangunan gedung tua, pohon besar, dsb.

c. Kepercayaan Dinamisme

Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Sejak bercocok tanam berkembang kepercayaan dinamisme. Kepercayaan ini timbul didasari oleh pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan yang terus berkembang secara turun temurun dari generasi ke generasi hingga sekarang. Seperti keris/ tombak, dipandang memiliki kekuatan gaib untuk memohon turunnya hujan, apabila keris itu ditancapkan dengan ujung menghadap ke atas akan dapat menurunkan hujan.

d. Kepercayaan Monoisme

Kepercayaan Monoisme merupakan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan ini berdasarkan pengalaman-pengalaman dari masyarakat. Pola pikir manusia berkembang. Manusia mulai berpikir tentang apa yang dialaminya. Pertanyaan yang muncul hingga pada kesimpulan bahwa di luar dirinya ada suatu kekuatan yang makin besar dan yang tidak ditandingi oleh kekuatan manusia. Kekuatan itu adalah kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Manusia percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah pencipta alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, manusia wajib melestarikan alam semesta agar dapat memenuhi kebutuhan hidupannya, atau menjaga keseimbangan alam semesta agar dapat menjadi tumpuan hidup manusia.



Read more: http://55tbo.blogspot.com/2011/04/kepercayaan-masyarakat-prasejarah-di.html#ixzz4ZR0gOMXt

Ciri Zaman Prasejarah (Arkaekum, Paleozoikum dan Mesozoikum)

1. Zaman  Arkaekum

ZAMAN ARKAEKUM (2.500 tahun yang lalu)
Zaman arkaekum ini masa awal, artinya masa awal pembentukan bumi dan inti sampai kulit bumi. Kondisi bumi pada saat itu belum stabil dan memiliki udara yang sangat panas sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan. Batuan tertua tercatat kira-kira 3,8 milyar tahun.
Advertisement
Ciri-ciri Zaman  Arkaekum :
  • Berlangsung kurang lebih 2.500 juta tahun yang lalu.
  • Belum ada kehidupan.
  • Bumi masih berupa planet bola gas yang sangat panas.

2. Zaman Paleozoikum

ZAMAN PALEOZOIKUM (340 juta tahun yang lalu)
Pengertian Zaman Paleozoikum adalah zaman bumi purba, maksudnya masa ketika pada permukaan bumi mulai terbentuk hidrosfer dan atmosfer. Saat itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme bersel banyak (multiseluler). Kemudian muncullah oraganisme-oraganisme yang memiliki organ tubuh lebih kompleks, dari jenis invertebrate bertubuh lunak (ubur-ubur, cacing, koral), ikan tanpa rahang (landak laut, bintang lili laut) dan beberapa hewan laut lainnya. Zaman ini ditandai dengan munculnya kehidupan darat yang berasal dari air. Pada masa itulah muncul tumbuhan dan hewan dan berkembang pertama kalinya, termasuk tumbuhan paku, paku ekor kuda , amfibi, serangga, dan reptilian. Zaman ini keadaan bumi masih belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar
Ciri-ciri Zaman Paleozoikum :
  • Mulai ada tanda-tanda kehidupan berupa mikroorganisme, hewan kecil tanpa bertulang belakang, jenis ikan, dan jenis ganggang atau rerumputan.
  • Keadaan bumi masih belum stabil.
  • Iklim masih berubah-ubah
  • Curah hujan sangat besar
  • Berlangsung sekitar 340 juta tahun yang lalu.

3. Zaman mesozoikum

Pengertian zaman mesozoikum adalah masa yang berlangsung sekitar 150 juta tahun. Pada zaman itu perkembangan reptil mencapai puncaknya terutama dinosaurus. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan modern terbentuk.
Ciri-ciri zaman mesozoikum:
  • Terdapat banyak hewan reptil seperti dinosaurus
  • Iklim bumi mulai hangat
  • Merupakan dasar dari kehidupan modern
  • Berlangsung sekitar 150 juta tahun
  • Oleh:  | Diperbaharui: 29 April, 2016

Masa prasejarah

  • MANUSIA PURBA DI INDONESIA
  • Pithecan thropus erectus. Artinya manusia kera yang berjalan tegak. Fosil ini ditemukan oleh seorang ahli purbakala dari Belanda bernama Eugene Dubois, di desa Trinil Ngawai Jawa Timur tahun 1891.
  • Meganthropus Palaeojavanicus. Artinya manusia besar tertua dari Jawa. Fosil ini ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran Surakarta tahun 1941;
  • Homo. Artinya Manusia. Ada dua jenis fosil homo. Yaitu Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. jenis Manusia Homo antara lain: Homo Soloensis artinya manusia dari Solo. Fosil ini ditemukan oleh Ter Haar dan Oppenort di daerah Ngandong lembah Bengawan Solo; Homo Wajakensis artinya manusia dari Wajak. Fosil ini ditemukan di desa Wajak dekat Tulungagung Jawa Timur oleh Eugene Dubois tahun 1889, mirip dengan penduduk asli Australia.  Berdasarkan perkembangannya dikenal jenis homo yang lain. Yaitu Homo Sapiens artinya Manusia Cerdas, jenis ini lebih sempurna dan dikatakan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia yang berasal dari Yunan.
Urut-urutan yang lebih tua Meganthropus, pithecanthropus, Homo.
Masa Prasejarah di Indonesia
Manusia Purba diluar Indonesia
  • Manusia purba di China. Disebut Homo Pekinensis artinya Manusia dari Peking (Sekarang Beijing). Fosil ini ditemukan di Gua Choukoutien sekitar 40 KM dari Peking oleh Davidson Black (orang Kanada).
  • Manusia purba di Afrika. Disebut Homo Africanus artinya manusia dari Afrika. fosil ini ditemukan oleh Raymond Dart di dekat pertambangan Taung Bostwana tahun 1924.
  • Manusia Purba di Eropa. Disebut Homo Neandherthalensis artinya manusia Neanderthan. Fosil ini ditemukan oleh Rudolf Virchow di lembah Neadher Dusseldof Jerman Barat tahun 1856.
Zaman Prasejarah
Zaman prasejarah adalah zaman pada saat manusia belum mengenal tulisan (Disebut juga zaman belum ada tulisan). Dimulai sejak adanya manusia sampai manusia mengenal tulisan. Sumber yang digunakan untuk mengetahui kehidupan prasejarah antara lain fosil dan artefak. Fosil adalah sisa mahluk yang telah membatu (menjadi batu). Fosil yang dapat memberi petunjuk disebut fosil pandu ( Keifosil); Artefak adalah alat-alat yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (terbuat dari batu, tulang maupun logam).
Cara mempelajari peninggalan sejarah zaman purba ada dua cara :
  • Cara stratigrafi adalah cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah (sesuai lapisan tanah)
  • Cara Tipologi adalah cara mempelajari peninggalan purba dengan mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok yang sejenis.
Pembagian zaman prasejarah
Pembagian zaman berdasarkan hasil kebudayaan. Kehidupan zaman prasejarah dibedakan menjadi dua :
Zaman Batu
Zaman Batu. Yaitu zaman dimana semua peralatan dibuat dari batu. Dibedakan menjadi empat yaitu : 
  • Zaman Batu Tua (Palaeolithicum) Memiliki ciri-ciri : Peralatan terbuat dari batu; Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih); Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu; Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden); Belum mengenal seni.
  • Zaman Batu Madya (mesolithicum). Memiliki ciri-ciri : Peralatan terbuat dari batu; Jenis alat yang digunakan (Kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih); Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu; Bertempat tinggal berpindah-pindah (nomaden); Ditemukannya Kjokkenmoddinger (bukit-bukit  karang hasil sampah dapur); ditemukannya Abris Sous Roche (gua-gua sebagai tempat tinggal); Sudah mengenal seni (lukisan pada dinding gua berbentuk cap tangan dan babi hutan; Alat yang digunakan disebut peble/Kapak Sumatra.
  • Zaman Batu Muda (neolithicum). Zaman ini merupakan revolusi pada zaman prasejarah (terjadi perubahan yang mendasar). Dan telah mengenal hasil-hasil kebudayaan sebagai berikut : Peralatan sudah dihaluskan, diberi tangkai. Jenis alat yang digunakan kapak persegi dan lonjong; Pakaiannya dari kulit kayu, perhiasannya dari batu dan manik; Telah bertempat tinggal menetap (sedenter); Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme .
  • Zaman Batu Besar (megalithicum). Hasil kebudayaannya umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar. Hasil benda-bendanya sebagai berikut : Menhir yaitu tugu yang terbuat dari batu besar (untuk tempat memuja arwah leluhur); Dolmen yaitu meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji; Kubur batu yaitu tempat menyimpan mayat.; Waruga yaitu kubur batu yang berbentuk kubus; Sarkofagus yaitu kubur batu yang berbentuk lesung; Punden berundak yaitu batu yang disusun berundak-undak (bertingkat) .
Zaman Logam
Zaman logam. Yaitu zaman dimana manusia sudah menggunakan peralatan yang dibuat dari logam. Zaman ini dibedakan menjadi tiga yaitu:
  • Zaman perunggu. Yaitu zaman dimana peralatan yang digunakan di buat dari perunggu, diantaranya : Nekara Yaitu genderang besar terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara mengundang hujan. Nekara terbesar ditemukan di Bali yang disimpan di Pura Besakih yang disebut The Moon Of Pejeng; Moko yaitu genderang kecil terbuat dari perunggu yang digunakan untuk upacara keagamaan atau mas kawin; Kapak corong – kapak sepatu; Arca perunggu berbentuk orang atau binatang; Bejana perunggu berbentuk gitar spanyol tanpa tangkai; Perhiasan perunggu berupa gelang, cincin, dan kalung.
  • Zaman Tembaga. Indonesia tidak mengalami zaman tembaga, setelah zaman perunggu Indonesia memasuki zaman besi.
  • Zaman Besi. Menghasilkan benda peralatan hidup dan senjata, antara lain tombak, mata panah, cangkul, sabit dan mata bajak.
Pembagian zaman berdasarkan corak kehidupan
Berdasarkan corak kehidupannya, zaman prasejarah dibedakan menjadi tiga masa yaitu :
Masa meramu dan berburu
Manusia dizaman ini mencari makan dengan mengumpulkan makanan dari hasil hutan (ubi, talas, buah-buahan, dan sayur-sayuran) dan berburu binatang (banteng, kerbau liar, babi, rusa, dan burun)
Alat-alat yang digunakan :
  • Kapak perimbas untuk merimbas kayu menguliti binatang dan memecah tulang.
  • Alat serpih untuk melobangi dan menusuk.
  • Kapak genggam untuk menggali ubi dan memotong daging binatang buruan.
  • Mata tombak dan tangkai tombak untuk berburu.
  • Mereka membuat api dengan cara menggesek-gesekkan dua batu, sehingga keluar percikan-percikan api.
Masa bercocok tanam.
Zaman ini merupakan revolusi pada masa prasejarah (mengalami perubahan yang besar). Dan telah mengenal cara hidup :
  • Cara hidup meramu dan berburu berubah menjadi bercocok tanam di ladang ataupun sawah.
  • Bertempat tinggal yang berpindah-pindah menjadi menetap (sedenter)
  • Peralatan hidup dari batu halus.
  • Kepercayaan mulai berkembang.
Masa Perundagian (Pertukangan)
Kehidupannya mulai menetap dalam kelompok-kelompok perkampungan. Lahir kelompok undagi (kelompok yang mempunyai keahlian menciptakan suatu barang)
Nenek Moyang bangsa Indonesia
Asal usul ras bangsa Indonesia
Di dunia ada ras Mongoloid yang termasuk di dalamnya :
  • Asiatik Mongoloid (Cina, Jepang dan Korea)
  • Malayan Mongoloid (Melayu)
  • American Mongoloid (Suku Indian)
Bangsa Indonesia termasuk ras Mongoloid, terutama Malayan Mongoloid.
Penyebaran Nenek moyang bangsa Indonesia.
Menurut pendapat Kern da Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia, terutama dari Yunan. Mereka berangkat dari Yunan menyebar ke selatan, antara lain ke Indonesia.
Penyebaran nenek moyang bangsa Indonesia melalui dua periode :
  • Periode persebaran tahun 1500 SM. Persebaran ini disebut Proto Melayu, melalui dua jalur : Jalur barat/selatan yaitu Yunan-Malaya-Sumatera dan Jawa – Kalimantan; Jalur timur/Utara yaitu Yunan – Vietnam – Filipina – Sulawesi.
  • Periode persebaran tahun 500 SM. Persebaran ini disebut Deutro Melayu, melalui satu jalur : Yaitu dari Yunan – daratan asia – Semenanjung Malaya – Sumatra dan Jawa.
Bangsa Indonesia termasuk keturunan periode proto Melayu adalah suku Toraja dan Suku Dayak. Keturunan Deutro Melayu adalah suku Jawa dan Bugis. Bangsa Indonesai telah mengenal animisme (yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap mahluk/benda memiliki roh/jiwa/nyawa) dan dinamisme (yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap mahluk/benda memiliki kekuatan gaib).[am].

http://www.berpendidikan.com